Knowledge is REMIX and REMIX is how live

Tulisan ini sengaja saya post, iseng aja daripada di anggurin di PC :D

Dalam manga, kita dapat menemukan tema Mecha, Sport, Horor, Hentai (Doujinshi) hingga petualangan si tukang masak. Intinya; segala tema ada disana.

Kalau Anda tidak punya pekerjaan, coba deh cermati tokoh-tokoh utama/jagaon/protagonis dalam (hampir) setiap manga (juga anime), nampaknya mempunyai konsep karakter yang mirip atau familiar:)

Oleh karena itu saya ambil 3 contoh manga (atau juga versi animenya) yang menurut saya dapat menjadi wakil dalam pembicaraan ini. Selain zaman/alur waktu yang tidak jelas, setting lokasi/dunianya juga antah berantah:)

1. Dragon Ball

Anda pasti tahu tokoh rambut berbongkah-bongkah dan tajam yang revolusioner. Pertama kali menggebrak tahun 80an, dan setelah memasuki tahun 90an, saga DB yang berlabel Z kian mengguncang dan meluas ke banyak benua. Son Goku tidak akan bisa lepas dari predikat sebagai manusia suku Saiya yang terkuat di jagad raya.

Perlu diketahui bahwa manga DB ditulis tanpa menggunakan konsep yang neko-neko. Akira hanya bercerita dan menggambarkannya bertahun-tahun begitu saja, mungkin lebih pas jika disebut; Mengalir:)

Coba Anda bandingkan manga DB yang asli dari Jepang dengan Manhua dengan judul serupa buatan Hong Kong (HK) (maaf, saya tidak tahu siapa yang bikin). DB HK ini pernah diterbitkan di Indonesia sekitar tahun 1992 oleh Garuda Mas (yang kemudian jadi Rajawali Grafiti, yang akhirnya bangkrut dibakar massa). Oleh penerbit DB HK ini diterjemahkan jadi Mustika Naga.

Gaya gambar dan alur ceritanya keduanya sangat jauh berbeda, tapi versi DB HK tetap menarik karena pada pertengahan buku ada bonus komik beberapa halaman. Ada cerita Naca yang dimuat secara bersambung dan satu lagi ada yang mirip Doraemon. Saya lupa judul dan nama tokohnya, pokoknya itu komik boleh dibilang mirip sekali dengan Doraemon, karya emasnya Fujiko F. Fujio:)

Tidak lama kemudian Elex menerbitkan tankoubon DB orisinil dan Garuda Mas pun tidak mau kalah dengan menerbitkan yang serupa dengan label DB II dengan format buku yang lebih besar. Ada selentingan bahwa Garuda Mas juga menggunakan terjemahan resmi DB yang terbit di Hong Kong. Yang jelas, beberapa nama tokoh yang ada dalam DB HK itu tetap dipakai supaya para pembaca sebelumnya lebih familiar, contoh:

Son Goku >> Sun Wukong. Memang dialek Jepang dengan Mandarin sangat berbeda baik Sun Wukong maupun Son Goku sebetulnya sama saja. Para ahli bahasa pasti mengerti tentang adanya pergeseran tulisan maupun lisan hingga dalam hal fonetik dalam konteks ini.

Son Gohan >> Sun Wufan, Bulma >> Putri (nama ‘Putri’ ini mungkin ide orang Indonesianya aja), Kamesennin >> Guru Wu Tien, dan yang paling jauh adalah Piccolo >> Spike (bukan di baca ‘Spaik’ (inggris) tapi beneran dibaca harafiah ‘S P I K E’). Kalau Anda pernah menonton anime DB yang di sudah di dubbing Mandarin, pasti nya paham betul maksud saya).

Selain DB HK itu, Rajawali Grafiti kemudian menerbitkan pula serial Dragon Quest (DQ). Awalnya Yuji Horii menciptakan game RPG untuk Enix (sekarang SquareEnix) pada pertengahan 1980an. Design karakter dan monster mirip sekali dengan Akira Toriyama. Coba deh, Anda cari tahu sendiri tentang DQ ini… http://en.wikipedia.org/wiki/Dragon_Quest


2. One Piece

Saya tidak berkomentar banyak tentang manga ini, karena jujur saya jarang baca:) tapi saya sempat menonton cukup banyak episode animenya.

OP bercita rasa tidak begitu jauh dari DB yaitu petualangan dan persahabatan. Tapi dalam DB tidak ada unsur drama seperti halnya dalam OP. Keunggulan ini yang membuat OP melaju dengan cepat dan termasyur hingga ke Grand Line:)

Awalnya saya tidak begitu sreg dengan gaya gambar Eiichiro Oda yang unik, soalnya gaya gambar beliau ini tidak bulat sama seperti manga/anime umumnya, seperti ada campuran gaya kartun eropa disana. Tapi berangsur-angsur saya bisa melupakan hal itu karena larut dalam drama yang disajikan (dan kadang mengharukan).


3. Naruto

Siapa yang tidak pernah mendengar atau melihat karaker rambut jabrik dan blonde itu? Jauh melebihi kedua ‘pendahulunya’, Naruto ibarat air di musim hujan; ia tergenang dimana-mana. Mulai dari di televisi, kantin sekolah, dinding tembok kamar adik saya, supermarket, hingga--tentu saja--toko buku komik:)

Mungkin karena perubahan zaman juga, dimana teknologi makin canggih dan informasi yang murah dan mudah, hingga para pembajak sawah di kawasan Asia juga memanfaatkan momen musim hujan ini untuk mencari penghasilan lebih. Mulai dari kaos murahan, poster, alat/perlengkapan tulis, Trading Card kacrut hingga pin/badge yang bisa dijual murah kepada anak-anak sekolah.

Well, sebenarnya apa yang membuat Naruto begitu terkenal? Pertanyaan ini boleh jadi pembelajaran. Tanyalah kepada anak-anak sekolah, maka kita akan mendapat satu jawaban yang senada; Lucu dan keren!

Perbedaan usia membuat saya merasa jawaban di atas sangat tidak spesifik. Dan jujur, saya hanya pernah membaca manga Naruto belasan volume dan dalam pandangan saya figur Naruto ini tidak lucu dan keren, ia tokoh yang biasa-biasa saja, baik hati, dan bertekad kuat tapi ia juga ceroboh dan terkadang bodoh. Nampaknya watak dan kepribadiannya yang ‘dibawah standar’ inilah yang berhasil memikat hati pembaca. Selebihnya pasti karena efek visual dalam manganya yang sangat bagus.

Si manga-ka seolah-olah tidak ada habis-habisnya mencari ide, mengolah, dan menetapkan jurus dan teknik keren untuk tokoh-tokohnya. Efek visual ninjutsu, mulai dari adegan berkelahi, aplikasi Chakra, hingga lompatan-lompatan diantara dahan-dahan pohon besar juga digambarkan dengan bagus sekali di animenya. Wah, saya ngomongnya makin ngelantur ya...?


"Dari tadi Anda ngelantur, ngomongnya jauh dari topik awal! Mana konsep yang mirip yang Anda sebutkan tadi??!!"

Oke, deh...

Ada beberapa konsep karakter utama yang paling umum dalam manga. Dalam hal ini kita akan melihat meninjau kemiripan-kemiripan yang menonjol dalam 3 manga di atas.

Untuk memudahkan saya dalam pengetikan, saya akan menggunakan kata ‘hero’ sebagai penunjuk untuk tokoh utama/jagoan/protagonis berkelamin laki-laki (tanpa pandang usia). Untuk menyebut tokoh utama/jagoan/protagonis berkelamin perempuan saya gunakan kata ‘heroin’ (tanpa pandang usia). Inilah dia:

1. Sang hero selalu berhati mulia/baik/polos.
2. Tokoh heroin (wanita pendamping hero) biasanya lebih pintar/sabar/bijak/licik daripada sang hero..

Dan saya kasih tambahan lagi...

3. Sang hero pasti suka makan, dan (biasanya) berlebihan.


Contoh untuk ini bisa Anda lihat kembali pada diri Son Goku dan Luffy; mereka gila makan. Tapi khusus untuk Son Goku dan para manusia suku Saiya hal ini merupakan urusan genetik. Pada awalnya mungkin Akira Toriyama tidak berniat membuatnya jadi seserius itu karena pada edisi awal saja memang Son Goku sudah diciptakan gila makan.


.... Dan masih ada elemen pendukung, antara lain:

1. Rival sang Hero pasti lebih keren.

Betul, banyak sekali contohnya, antara lain; Sasuke (Naruto), Sawamura (Harlem Beat), Rukawa (Slam Dunk). Vegeta/Bezita (Dragon Ball) mungkin sudah terlanjur dibuat kontet dari awalnya. Sejak titel Dragon Ball ditambahi ‘Z’ secara resmi ia menjadi rival paling keren untuk Son Goku. Selain itu, masih banyak contoh lagi dalam manga bergenre sport.

Gambaran sosok rival sang hero biasanya diseragamkan dalam beberapa ciri yang menonjol pula, seperti; berwatak dingin, lebih pintar/hebat, dan fisik lebih bagus (tampan/cantik). Untuk manga Shoujo ada kalanya sang tokoh rival ini digambarkan memiliki tedensi Yaoi (sebutan untuk tokoh-tokoh atau cerita yang memuat isu tentang Gay). Maaf, jika terkesan sok tahu ^_^


2. Bentuk dan Ekspresi komikal .

Penambahan visual untuk sedih/imut/tepaku/kalap/sadis hingga mesum. Manga-ka wanita biasanya lebih bagus dalam penggambaran ini. Mungkin karena sense mereka lebih tajam tentang perasaan:)


3. Makanan yang serupa

Nampaknya ciri ini banyak dimunculkan dalam industri manga (juga anime). Walaupun terkadang tidak disebutkan dalam balon kata, tapi secara visual sudah digambarkan dengan jelas dalam panel-panel manga. Mungkin salah satu tujuannya adalah untuk memperkenalkan makanan-makanan khas Jepang, antara lain: Ramen, Onagiri dan Miso.


Hehehe..., sekian. Semoga bermanfaat.

Btw saya jarang mau menonton anime apapun karena setiap serial manga yang dianime-kan pasti bertele-tele, banyak alur cerita yang ditambahkan demi komersialitas. Nah ketika saya ditanya, mana yang paling keren buat saya, maka saya jawab; tentu Dragon Ball! Loh kenapa? Tentu karena ia adalah masterpiece yang revolusioner. One Piece atau bahkan Naruto boleh saja lebih bagus dan gila, tapi tetap saja sesuatu yang PERDANA itu tetap lebih berkesan:)

Anda setuju?

Labels: ,

posted by Rudi @ 10:21 PM,

0 Comments:

Post a Comment

<< Return to Home





Gunakan feature pencarian ini untuk mengetahui info-info terbaru dari dunia komik, Penulis dan Artis favorit Anda.


Previous Posts


Shout Now!

Pertimbangkan untuk tidak memberikan link email Anda demi menghindari spam & junkmail dikemudian hari.



Links

US Comic Reviews
» Newsarama
» Comic Book Resources

Livin La Vida Comics!
» Komik Indonesia
» Manyala
» Pragat Comic
» Comics & Sequential Art

Friends to Friends
» Sang Kolektor
» Komik Bekas
» Lucky Seven 777
» 1 Magic Store
» Sun Burst Adventure

Specials
» Pak Janggut


Powered by

BLOGGER
Add to Plusmo Site Meter

Mau Duit? Bukan bohong! Kumpul aja bersama para Blogger disini!


We are an Amazon Associate. Items purchased after clicking a link on this site generate a small commission. Clik here if you want to join affiliate program.




And i'm using Google AdSense too.



Firefox is Free Browser that allow you to browse more faster and secure. Firefox is also great for Bloggers because it easier to use and now it comes with the Google Toolbar.